Mix Design
Ø Kontraktor
PT. Tujuh Soedagar (PT. TS) mendapatkan Proyek untuk melaksanakan pekerjaan
pembangunan RS Harapan Ibu setinggi 2 lantai, pada Agustus tahun 2010, Proyek
berada di kota Solo. Gedung tersebut dirancang menggunakan beton bertulang
dengan mutu beton K-300. Untuk pembuatan beton tersebut telah ditentukan dalam
RKS bahwa pasir yang digunakan merupakan pasir Muntilan (atau sejenis), kerikil
dari hasil pemecah batuan, Semen yang dipakai semen tipe I dan nilai slump
rencana adalah 120 mm. Modulus halus butir (MHB) agregat campuran dipakai 5,7.
Kontrakor
memiliki pengalaman pekerjaan beton
dengan data hasil pengujian dari proyek sebelumnya (mutu dan bahan yang
sama) adalah sebagai berikut :
a.
Proyek Gedung Bank Mandiri (tahun 2009)
dalam (MPa)
26;
27; 25.80; 30; 31; 28; 24; 26; 28; 26.90; 67
b.
Proyek Gedung Niaga (tahun 2008) dalam
(MPa)
27; 28; 29.40;
26; 27; 26.50; 28; 29; 27; 26.80; 67
Untuk keperluan
tersebut PT. TS mengirimkan sampel agregat halus dan kasar ke laboraorium Bahan
bangunan FT Unissula untuk dilakukan pengujian agregat dan di dapatkan hasil :
Dari pengayaan
pasir diperoleh hasil, sebagai berikut :
No.
|
Lubang Ayakan
(mm)
|
Berat
Tertinggal (gram)
|
1
|
10
|
0
|
2
|
4.80
|
135
|
3
|
2.40
|
257
|
4
|
1.20
|
255
|
5
|
0.60
|
342
|
6
|
0.30
|
615
|
7
|
0.15
|
562
|
8
|
Sisa
|
77
|
Jumlah
|
2243
|
|
Dari Pengayaan
Batu Pecah (Split) diperoleh hasil, sebagai berikut :
No.
|
Lubang Ayakan
(mm)
|
Berat
Tertinggal (gram)
|
1
|
40
|
0
|
2
|
20
|
280
|
3
|
10
|
26400
|
4
|
4.80
|
2490
|
5
|
2.40
|
0
|
6
|
1.20
|
0
|
7
|
0.60
|
0
|
8
|
0.30
|
0
|
9
|
0.15
|
0
|
10
|
Sisa
|
215
|
Jumlah
|
29385
|
|
Ø Laporan
perhitungan kebutuhan bahan susun untuk tiap 1 m3 beton berdasarkan
SNI untuk dipakai oleh kontraktor PT. TS
untuk mengerjakan proyek tersebut.
1.
F’c
= 25 Mpa
2.
Standar Deviasi (Sd).
3.
Nilai tambah (m).
m =
K x Sd
= 1,64 x
11,76 = 19,29 Mpa
4.
Kuat tekan rata-rata (F’cr).
Fc’r = F’c
+
m = 25 Mpa
+ 19,29 Mpa = 44,29 Mpa
5.
Penetapan Jenis semen.
Jenis Semen = Biasa
6.
Penetapan jenis agregat.
Jenis Agregat = Agregat Batu Pecah
7.
Faktor Air Semen.
a.
Cara Pertama : 0,38
b.
Cara Kedua : 0,39
Faktor Air Semen yang
diambil yaitu nilai yang terkecil = 0,38
8.
Faktor Air Semen Maksimum.
FAS dipakai yang
terendah = 0,38
9.
Menentukan Nilai Slump.
Nilai Slump = 120 mm
10.
Ukuran butiran kerikil.
Ukuran Maksimum = 40 mm
11.
Kebutuhan Air.
Air yang dibutuhkan = 205 Liter
12.
Kebutuhan Semen Portland.
Semen yang
dibutuhkan = 539,47 Kg
13.
Kebutuhan Semen Portland Minimum.
Semen Portland minimum = 275 Kg
14.
Kebutuhan Semen Portland yang dipakai.
Semen portland yang
dipakai = 539,47
Kg
15.
Penyesuaian Jumlah air atau faktor semen.
Penyesuaiannya = 0,74
16.
Golongan Pasir.
Golongan Pasir yang ke 2
17.
Persentase pasir terhadap campuran.
Persentase Pasir = 48 %
Persentase kerikil = 38 %
18.
Berat Jenis Campuran.
Bj = 2,31
19.
Berat Beton.
Berat Beton yang
diperkirakan = 2115
kg/m3
20.
Kebutuhan campuran pasir dan kerikil.
Campuran = Berat
beton – Jumlah air – Kebutuhan semen portland
=
2115
– 205 –
539,47 = 1370,53
Kg
21.
Kebutuhan Pasir.
Kebutuhan Pasir = Kebutuhan
campuran x persentase pasir
=
1370,53 x
= 657,85 Kg
22.
Kebutuhan Kerikil.
Kebutuhan Kerikil = Kebutuhan
campuran x persentase kerikil
= 1370,53 x
= 520,8 Kg
Ø Kesimpulan.
·
Volume 1 m3.
1.
Berat Beton = 2115 kg/m3
2.
Kebutuhan Air = 205 Liter
3. Kebutuhan Semen = 539,47 Kg
3. Kebutuhan Semen = 539,47 Kg
4.
Kebutuhan Pasir = 657,85 Kg
5.
Kebutuhan Kerikil = 520,8 Kg
·
Volume 1 Adukan (3 silinder).
1. Berat Beton = 33.63 kg/m3
2. Kebutuhan Air = 3,26 Liter
3. Kebutuhan Semen = 8,58
4. Kebutuhan Pasir = 10,46
Kg
5. Kebutuhan Kerikil = 8,28 Kg
0 komentar:
Posting Komentar