Etika Profesi
1. Soal :
a. Sebutkan sikap dasar dan tututan sikap kode etik Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
b. Sebutkan dan syarat-syaran dan tata cara untuk mendapatkan sertifikat profesi (PII)
c. Selain PII sebutkan organisasi profesi di bidang teknik sipil
Jawab :
a. Kode Etik Persatuan Insyinyur Indonesia.
Catur Kaesa, Prinsip-prinsip Dasar :
1. Mengutamakan keluhuran budi.
2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan
kesejahteraan umat manusia.
3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan
tugas dan tanggung jawabnya.
4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional
keinsinyuran.
Sapta Dharma, Tujuh Tuntunan Sikap :
1. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat.
2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya.
3. Insinyur Indinesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung
jawabkan.
4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan
dalam tanggung jawab tugasnya.
5. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan
kemampuan masing-masing.
6. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas dan
martabat profesi.
7. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.
b. Syarat Sertifikasi Insinyur Profesional PII
• Mempunyai pengalaman kerja minimal 3 tahun.
• Mengisi Formulir Aplikasi Insinyur Profesional.
• Foto copy ijazah sarjana teknik, 1 lembar.
• Pas foto terbaru ukuran 3×4, 1 lembar.
• Biaya Sertifikasi :.
Insinyur Profesional Pratama : Rp. 1.100.000,-.
Insinyur Profesional Madya : Rp.1.650.000,-.
Insinyur Profesional Utama : Rp. 2.200.000,-
c. Daftar Organisasi Profesi
1. Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).
2. Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI).
3. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)
2. Soal :
a. Jelaskan pengertian Etika dan akhlak dan perbedaan pengertian Etika dan akhlak ?
b. Sebutkan ciri-ciri akhlak Islam ?
Jawab :
a. Etika.
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak, kesusilaan
atau adat kebiasaan dimana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau
kelompok alat penilai kebenaran atau elevasi terhadap sesuatu yang telah
dilakukan.
Akhlak.
Akhlak adalah tingkah laku baik, buruk, salah benar, penilaian ini dipandang dari
sudut hukum yang ada di dalam ajaran agama.
Perbedaan Etika Dan akhlak. Etika adalah karakter, watak kesusilaan atau adat
kebiasaan yang dilakukan oleh kelompok orang atau individu, sedangkan Akhlak
adalah tingkah laku baik dan buruk menurut hukum yang berlaku.
b. Ciri-ciri akhlak Islam adalah:
1. Tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu.
2. Akhlaknya mencakup semua aspek kehidupan.
3. Berhubungan dengan nilai-nilai keimanannya, sesuai Qs. Al-Maidah ayat 8.
4. Berhubungan dengan hari kiamat atau tafakur alam.
5. Memandang segala sesuatu dengan fitrah yang benar.
3. Soal :
a. Kasus I.
Seorang insinyur yang bekerja di Dinas pemerintah melakukan markup volume
pekerjaan dengan tujuan untuk atasannya. Bagaimana pendapat anda ?
b. Kasus II.
Seorang perencana bangunan jembatan telah melakukan kelalaian dalam gambar
atau dokumen lelang sehingga panjang tiang pancang pondasi kurang. Hal ini
diketahui oleh kontraktor pada awal pekerjaan pemancangan.
• Bagaiman pendapat anda tentang pperencana tersebut ?
• Bagaimana solusinya ?
Jawab :
a. Apabila menurut etika dalam islam, yang dilakukan oleh insinyur tersebut adalah
salah, karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain sehingga insyinyur
tersebut akan mendapatkan dosa dari Allah SWT karena telah melanggar syariat
yang telah ditentukan dalam Agama Islam.
b. Insinyur tersebut tidak sengaja dalam melakukan kelalaian tersebut, tapi sebaiknya
perencana tersebut tahu kesalahannya, sebaiknya perencana tersebut harus
melakukan perhitungan ulang agar mengetahui hitungan yang sebenarnya.
• solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah, sang kontraktor
harus berdiskusi dengan sang pemilik proyek sekaligus dengan sang perencana
jembatan tersebut apakah pekerjaan akan tetap dilakukan atau dilakukan
perhitungan ulang.
4. soal :
carilah 3 cerita atau kisah yang menggambarkan tentang akhlak mulia (misal tentang
amanah, kejujuran, ikhlas dll) ?
Jawab :
• Kejujuran Membawa Keberuntungan Di suatu sore hari yang cerah, ketika saya
hendak melaksanakan sholat ashar dimasjid sebelah rumah, datanglah seorang
pedagang baso pikul yang mengatakan bahwa dia baru saja menemukan sebuah
dompet kulit berwarna merahyang berisi uang Rp.75.ooo dan surat-surat pribadi.
Lalu dengan ringan hati ia menyerahkan dompet tersebut kepada saya, dan berkata:
“Dompet ini saya serahkan kepada pak haji untuk disimpan sampai ada orang yang
punyanya mengambil………”. Pada akhir pembicaraannya ia mengatakan bahwa
walaupun ia seorang berpenghasilan kecil dan sangat membutuhkan uang, tapi ia
tidak tertarik untuk mengambil isi dompet tersebut dengan alasan bahwa dompet
tersebut bukan milik dia dan kasihan yang punya pasti sedang dalam kesusahan.
Setelah berkata begitu lalu ia pergi melanjutkan berdagang. Memang betul setelah
kurang lebih lima belas menit berlalu datanglah seorang pemuda mencari-cari
sesuatu di kamar wudhu mesjid. Ternyata pemuda itu orang yang kehilangan dompet
tersebut. Setelah ditanya apa yang dia cari, ia menjawab bahwa ia mencari dompet
yang hilang. Menurut pemuda tersebut ia telah mencari dompet kesana kemari dan
kemudian baru teringat kemungkinan tertinggal di toilet mesjid. Setelah berterima
kasih ia pun melanjutkan perjalanannya.
• Hiasi Diri Dengan Budi Pekerti Islami Dari status sosial, pemuda itu bukan lah dari
golongan kolomerat, atau tokoh dari kaumnya. Dia tak ubahnya pemuda biasa,
yang tidak memiliki sesuatu yang pantas dibanggakan dari segi materi. Masa
kecilnya, ia lalui sebagai tukang pengembala kambing. Dan sejak didalam
kandungan, dia telah ditinggal mati bapaknya. Ketika menginjak usia anak-
anak, giliran sang-bunda yang pergi meninggalkannya. Jadi, sejak berusia dini,
dia telah memegang status yatim piatu. Sekali pun demikian, ketika anak tersebut
beranjak dewasa, ia sangat dikagumi oleh masyarakat sekitar. Dia sangat dipercaya
oleh kaumnya, sebagai sosok yang amanah. Tidak sedikit orang, yang
menitipkan barang-barang berharga ke padanya. Bahkan, terhadap perkara yang
nyaris menumpahkan darah antar mereka (kaumnya), mereka percayakan kepada
pemuda tersebut untuk menengahinya. Karena begitu percayanya mereka ke pada
pemuda ini, gelar sebagai orang yang amanah‘al-Amiin’ pun mereka sematkan ke
padanya. Ini lah satu-satunya gelar yang paling mulia yang pernah direngguh oleh
salah satu anak Adam, dan tidak pernah disandang oleh orang-orang sebelumnya
atau pun sesudahnya. Siapakah pemuda tersebut?, beliau tidak lain adalah
Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى اللهعليه و سلم).
• Sang Proklamator, Bapak Koperasi, dan Teladan Pejabat Jujur, “Bung Hatta”
Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil
yang indah inilah Bung Hatta dibesarkan dilingkungan keluarga ibunya.Ayahnya, Haji
Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta
memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya.
Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun
1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen
Bond, Jong Minahasa. dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong
Sumatranen Bond. Sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond, ia menyadari
pentingnya arti keuangan bagi hidupnya perkumpulan. Tetapi sumber keuangan baik
dari iuran anggota maupun dari sumbangan luar hanya mungkin lancar kalau para
anggotanya mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin. Rasa tanggung jawab dan
disiplin selanjutnya menjadi ciri khas sifat-sifat Mohammad Hatta. Studi di Negeri
Belanda Pada tahun 1921 Hatta tiba di Negeri Belanda untuk belajar pada Handels
Hoge School di Rotterdam. Ia mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging. Tahun
1922, perkumpulan ini berganti nama menjadi Indonesische Vereniging.Perkumpulan
yang menolak bekerja sama dengan Belanda itu kemudian berganti nama lagi
menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).
0 komentar:
Posting Komentar